KOPI INDONESIA

Kopi adalah minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk. Kopi merupakan salah satu komoditas di dunia yang dibudidayakan lebih dari 50 negara. Dua spesies pohon kopi yang dikenal secara umum yaitu Kopi Robusta dan Kopi Arabika..

Untuk jenis Robusta memiliki luas lahan mencapai 1 juta hektar. Produktivitasnya sebesar 601 ribu ton atau 80,4%. Sedangkan jenis Arabika mengambil areal 0,30 juta hektar dengan hasil 147 ribu ton atau 19,6%. Jumlah produksi paling kecil ialah varietas Liberika. Karena hanya sebesar 2%, secara statistik penghitungan jenis kopi ini sering disatukan dengan Robusta. Produksi Robusta terutama berasal dari Lampung, Sumatra Selatan, dan Bengkulu. Setidaknya dari ketiga daerah ini menyumbang tiga perempat dari produksi Robusta. Arabika, di sisi lain, sebagian besar bersumber dari daerah yang lebih tinggi seperti Aceh dan Sumatra Utara. Kedua daerah ini menyumbang hampir tiga perlima dari produksi Arabika. Adanya konsentrasi produksi Robusta ini sebenarnya mencerminkan kondisi lingkungan alam Indonesia. Suhu yang hangat, curah hujan yang tinggi, dan ketinggian daerah tanam yang secara mayoritas berada pada posisi lebih rendah. Semua faktor ini mendukung produksi Robusta ketimbang jenis Arabika. Nilai ekonomis Arabika di pasar internasional bernilai lebih dari dua kali harga Robusta.

Sedang bicara konsumsi dalam negeri, data ICO mencatat konsumsi kopi sepanjang tahun 2000 – 2016 mengalami tren kenaikan. Pada 2000 konsumsi kopi baru mencapai 1,68 juta karung berisi 60 kg per karung. Meningkat tajam pada 2016, yakni mencapai 4,6 juta karung atau melonjak lebih dari 174%. Atau jika dihitung konsumsi per kapita, meningkat dari 0,5 kg per tahun pada tahun 2000 menjadi 1,1 kg pada 2016. Bahkan kini, menurut Wakil Ketua AEKI (Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia) Pranoto Sunarto, angka konsumsi per kapita masyarakat pada 2017 naik menjadi 1,2 kg kopi dan pada 2018 diprediksi berada pada 1,4 – 1,5 kg kopi. Indonesia memiliki banyak jenis kopi spesialti ini. Sebutlah misalnya kopi Lintong, kopi Mandhelin, kopi Gayo,kopi Toraja, kopi Kalosi C, kopi Kintamani Bali ,kopi Flores-bajawa, kopi Baliem,kopi jawa, kopi jawa Preanger, kopi luwak arabika jawa, dan kopi Luwak.

Kopi Luwak Indonesia

Kopi luwak adalah seduhan kopi menggunakan biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak/musang kelapa. Biji kopi ini diyakini memiliki rasa yang berbeda setelah dimakan dan melewati saluran pencernaan luwak. Kemasyhuran kopi ini di kawasan Asia Tenggara telah lama diketahui, tetapi baru menjadi terkenal luas di peminat kopi gourmet setelah publikasi pada tahun 1980-an. Biji kopi luwak adalah yang termahal di dunia, mencapai USD100 per 450 gramKopi luwak adalah seduhan kopi menggunakan biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak/musang kelapa. Biji kopi ini diyakini memiliki rasa yang berbeda setelah dimakan dan melewati saluran pencernaan luwak. Kemasyhuran kopi ini di kawasan Asia Tenggara telah lama diketahui, tetapi baru menjadi terkenal luas di peminat kopi gourmet setelah publikasi pada tahun 1980-an. Biji kopi luwak adalah yang termahal di dunia, mencapai USD100 per 450 gram. Kopi luwak adalah salah satu kopi termahal di dunia karena minuman ini memiliki nilai eksotis dan ketersediaanya sangat langka. Kopi luwak Indonesia laku keras dan sangat digemari di lingkungan pecinta kopi karena dianggap memiliki rasa yang lembut dan ramah di lambung. Harga kopi luwak Indonesia liar di pasaran mencapai lebih dari Rp 1.000.000,00 per kg. Secangkir kopi luwak di jakarta misalnya, harganya sekitar Rp 70.000,00 per cangkir. Di luar negeri, harga secangkir minuman ini sekitar 35 USD. Jika bentuk biji atau bubuk harganya 100 hingga 600 USD per 450 gram.