KOPI INDONESIA

Kopi adalah minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk. Dua varietas pohon kopi yang dikenal secara umum yaitu Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Kopi Arabika (Coffea arabica). Pemrosesan kopi sebelum dapat diminum melalui proses panjang yaitu dari pemanenan biji kopi yang telah matang baik dengan cara mesin maupun dengan tangan kemudian dilakukan pemrosesan biji kopi dan pengeringan sebelum menjadi kopi gelondong. Proses selanjutnya yaitu penyangraian dengan tingkat derajat yang bervariasi. Setelah penyangraian, biji kopi digiling atau dihaluskan menjadi bubuk kopi sebelum kopi dapat diminum.

Setiap orang pecinta kopi memang sejatinya menjadi penikmat kopi pula, seseorang yang gemar meminum kopi pasti tahu mana kopi asli indonesia , dan dari daerah mana . pada masa kini, sudah banyak kafe yang menjual kopi mentah dan kopi yang siap minum dengan banyak variasinya, bahkan di setiap kota pasti terdapat kafe khusus kopi dimana –mana.

Kopi asli indonesia sangat beragam, dari arabika hingga robusta. Di peroleh dari sabang hingga merauke, saat ini Indonesia menempati peringkat keempat terbesar di dunia dari segi hasil produksi sebanyak 648.000 ton. Wow banyak sekali ya! Indonesia ku sangat kaya !

Untuk jenis Robusta luas lahan mencapai 1 juta hektar. Produktivitasnya sebesar 601 ribu ton atau 80,4%. Sedangkan jenis Arabika mengambil areal 0,30 juta hektar dengan hasil 147 ribu ton atau 19,6%. Jumlah produksi paling kecil ialah varietas Liberika. Karena hanya sebesar 2%, secara statistik penghitungan jenis kopi ini sering disatukan dengan Robusta.

Produksi Robusta terutama berasal dari Lampung, Sumatra Selatan, dan Bengkulu. Setidaknya dari ketiga daerah ini menyumbang tiga perempat dari produksi Robusta. Arabika, di sisi lain, sebagian besar bersumber dari daerah yang lebih tinggi seperti Aceh dan Sumatra Utara. Kedua daerah ini menyumbang hampir tiga perlima dari produksi Arabika.

Adanya konsentrasi produksi Robusta ini sebenarnya mencerminkan kondisi lingkungan alam Indonesia. Suhu yang hangat, curah hujan yang tinggi, dan ketinggian daerah tanam yang secara mayoritas berada pada posisi lebih rendah. Semua faktor ini mendukung produksi Robusta ketimbang jenis Arabika. Nilai ekonomis Arabika di pasar internasional bernilai lebih dari dua kali harga Robusta. Bila berbicara konsumsi dalam negeri, data ICO mencatat konsumsi kopi sepanjang tahun 2000 – 2016 mengalami tren kenaikan. Pada 2000 konsumsi kopi baru mencapai 1,68 juta karung berisi 60 kg per karung. Meningkat tajam pada 2016, yakni mencapai 4,6 juta karung atau melonjak lebih dari 174%. Atau jika dihitung konsumsi per kapita, meningkat dari 0,5 kg per tahun pada tahun 2000 menjadi 1,1 kg pada 2016. Bahkan kini, menurut Wakil Ketua AEKI (Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia) Pranoto Sunarto, angka konsumsi per kapita masyarakat pada 2017 naik menjadi 1,2 kg kopi dan pada 2018 diprediksi berada pada 1,4 – 1,5 kg kopi.

Indonesia memiliki banyak jenis kopi seperti Lintong Coffee, Mandheling Coffee, Gayo Mountain Coffee, Toraja Coffee, Kalosi Coffee, Kintamani Bali Coffee, Flores-bajawa Coffee, Baliem Highland Coffee (Papua Wamena), Java Estate Coffee, Java Preanger Coffee, Java ‘Kopi Luwak‘ Arabica, dan Luwak Coffee.

Provinsi-provinsi yang berkontribusi paling besar untuk produksi kopi Indonesia adalah: (indonesia-investments.com)

  • Robusta                 

1. Bengkulu (Sumatra)

2. Sulawesi Selatan     

3. Lampung (Sumatra)

  • Arabika

1. Aceh (Sumatra)

2. Sumatra Utara